Mengulik Lebih Dalam Sejarah Lautan Api Bandung Ketika Treveling Ke Kota Bunga

February 22, 2021 by No Comments

https://www.foryoutour.co.id/ – Setiap tanggal 24 Maret, Indonesia mengenang peristiwa Samudra Api Bandung yang menakjubkan. Mungkin sebagian besar dari Anda tidak tahu mengapa Bandung terbakar habis. Kali ini, Kami mungkin ingin mengajak Anda mengenal lebih dalam tentang latar belakang sejarah Bandung Lautan Api.

Berawal DARI ANGKATAN Inggris TIBA DI BANDUNG

Pasukan gabungan, brigade MacDonald Inggris dan NICA tiba di Bandung pada 12 Oktober 1945. Sejak awal, hubungan antara tentara Inggris dan Indonesia pada saat itu tegang. Mereka tak henti-hentinya memegang senjata yang dimiliki penghuninya, kecuali senjata api yang berstatus TKR (yang sekarang TNI) dan polisi.

Sekutu juga meminta agar semua senjata Indonesia yang merupakan demobilisasi Jepang diserahkan kepada mereka. Selain itu para tahanan Belanda dibebaskan dari kota sandera dan melakukan aktivitas yang mengganggu keamanan dan NICA secara terbuka menyelesaikan ketakutan terhadap daerah setempat. Karena kehadiran para mitra, terjadilah konflik bersenjata antara Inggris dan TKR yang memanas.

ADA ULTIMATUM DARI SEMUA KELOMPOK

Pada tanggal 21 November 1945, TKR dan badan-badan pejuang lainnya terus melancarkan serangan terhadap situasi Inggris di Bandung Utara, termasuk mitra di Hotel Humnn dan Hotel Preanger, seperti diserang oleh TKR dan prajurit Indonesia. Tiga hari kemudian, MacDonal menyampaikan proposal terakhir atau teguran pertamanya kepada Gubernur Jawa Barat agar Bandung Utara dikosongkan oleh rakyat Indonesia, termasuk militer paling lambat 29 November 1945.

Meskipun demikian, para pesaing tidak menganggap proposal final. Hal ini benar-benar membangkitkan jiwa para pejuang, individu, dan remaja yang merupakan individu dari TKR untuk bertarung melawan partner. Sejak saat itu, perkelahian kecil dan besar antara pesaing dan mitra terus berlanjut di Bandung.

JEBOLNYA DARI DAM SUNGAI CIKAPUNDUNG

Pada sore hari tanggal 25 November 1945, bendungan Sungai Cikapundung jebol dan menyebabkan banjir yang sangat dahsyat yang menimbulkan banyak korban jiwa dan banyak penduduk kehilangan tempat tinggal. Tentara bersatu dan NICA memanfaatkan keadaan saat ini untuk menyerang orang-orang yang diledakkan oleh kegagalan. Hingga akhirnya Kota Bandung dipecah menjadi dua, yaitu Bandung Utara dan Bandung Selatan. Pasukan rekanan melibatkan Bandung Utara dan Indonesia melibatkan Bandung Selatan dengan rel sebagai jalurnya.

LEBIH DITEKAN OLEH SEKUTU

Secara konsisten pertarungan antara prajurit dan mitra berlanjut. Hingga 5 Desember 1945, para mitra memberangkatkan kembali aktivitasnya dengan membombardir kawasan Lengkong Besar. Pada tanggal 21 Desember 1945, Inggris menjatuhkan bom dan tembakan ke Cicadas.

MUNCULNYA ULTIMATUM KEDUA

Sekutu Inggris dan NICA kembali memberikan tawaran terakhir kedua pada 23 Maret 1946 kepada TRI untuk menarik sejauh 11 km dari pusat kota dalam waktu 24 jam. TRI yang kemudian dimotori oleh Kolonel A.H. Nasution mengikuti langkah-langkah Pemerintah Pusat Indonesia untuk meninggalkan Bandung.

Pilihan TRI ini bertentangan dengan TRI Mabes yang berada di Yogyakarta. Mereka membutuhkan Bandung untuk dijaga dan diawasi meskipun mereka harus mengorbankan nyawa mereka. Akhirnya, keputusan dibuat bagi individu Bandung untuk pergi dan TRI dan pesaing untuk tetap bertahan dan berjuang untuk Bandung Selatan. Akhirnya, para prajurit juga melarikan diri dengan alasan bahwa keadaan semakin rapuh dan tidak realistis untuk melawan musuh.

Akhirnya BANDUNG dibakar

TRI akhirnya mendedikasikan bumi hangus melawan Bandung. Langkah ini dilakukan setelah mengalami pertemuan Dewan Persatuan Perjuangan Priangan (MP3) yang dihadiri oleh semua posisi pertempuran. Kegiatan pembakaran bumi ini diusulkan oleh Rukana (Panglima Polisi Militer Bandung) dan diselesaikan oleh Kolonel A.H Nasution yang mengajari orang-orang untuk segera meninggalkan Bandung. Sekitar saat itu, orang-orang melarikan diri ke berbagai wilayah, seperti Soreang, Cicalengka, Pangelang, Dayeuh Kolot, dan lain-lain dengan membawa barang-barang improvisasi.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *